Review Lengkap Chevrolet Trax 1.4 Turbo di Cheongna Proving Ground

By | September 29, 2018

Sesudah berkunjung ke pabrik Chevrolet di Bupyeong, kali ini kami berkesempatan untuk mengerjakan test drive Chevrolet Trax di Cheongna Proving Ground. Test drive kali ini mungkin tak umum, sebab kami mencoba langsung di Proving Ground, yakni daerah untuk menguji kendaraan dengan berbagi jenis medan sebelum siap dipasarkan ke konsumen.

Saya halnya saat mengunjungi pabrik GM Korea di Bupyeong, kami sama sekali tak dibiarkan untuk membawa kamera, sehingga mulanya kami ingin membuat video ulasan terpaksa dibatalkan, begitupula dengan foto-foto, malahan kamera telepon seluler kami malahan disegel oleh pihak GM Korea. Kok gitu? Ya sebab disini banyak sekali contoh-contoh prototype dengan atau tanpa kamuflase berkeliaran disini, seandainya gambarnya bocor tentu saja berbahaya.

Pertama sebelum kami mengerjakan test drive, kami menerima sebagian pengetahuan mendasar mengenai daerah test drive dan rintangan-rintangan yang akan kita peroleh. Proving Ground ini yakni daerah yang sungguh-sungguh layak untuk mengerjakan test drive sebab beragam rintangan lengkap, mulai dari jalan lurus, berbelok, slalom, jalan rusak, jalan berlubang dan jalan dengan beragam jenis permukaan. Pokoknya lengkap deh!

Lebih asik lagi, kami menerima kans mengerjakan test drive 3 kali dari rute yang ditetapkan, sesudah itu bebas kita bisa mencoba hingga puas. Tetapi, masih ada tapinya nih, mobil yang disediakan disini mempunyai kemudi yang berlokasi di sebelah kiri, mulanya sih agak keki, tapi lama kelamaan rasanya sama saja, apalagi aku telah terbiasa memainkan game balap dengan setir yang tuas transmisinya aku taruh di sebelah kanan. Demikian juga tulisan ini, mulanya agak aneh kan sidebarnya umum disebelah kanan, sekarang di sebelah kiri.

Sesudah selesai mengikuti pengenalan daerah pengetesan, kami diperintah memilih mobil yang ingin diterapkan, kebetulan aku menerima mobil dengan trim paling tinggi yang telah lengkap dengan sunroof, penghangat bangku, bangku elektrik dan sound system Bose. Sebab aku ingin mengenal dulu seperti apa medan yang akan kita lewati, aku persilahkan Om Stephen Langitan mencoba lebih awal duduk di bangku kemudi. Starter mobil, suara mesin dan dinamo starter sungguh-sungguh halus di mobil ini seperti mobil Amerika lainnya.

Segera saja Om Stephen menjajal mobil ini keliling 3 kali test track dan via jalan dengan beragam medan. Sebagai penumpang, aku merasa mobil ini mempunyai kekedapan kabin yang bagus, suspensi yang cukup lembut tapi konsisten merasa stiff, karakternya kurang lebih sama seperti Chevrolet Spin tapi sedikit lebih lembut. Diajak menikung dengan kecepatan tinggi di Proving Ground ini, body roll yang dibuat Chevrolet Trax cukup terasa minim untuk sebuah crossover.

Empat ini mempunyai bangku yang empuk seperti balon di bagian tengah sandaran bangku dan alas bangku, terasa membal-membal gitu, tapi bukan sebab bahannya yang tipis, dan side support dari bangku depan ini juga cukup nyaman. Pokoknya duduk di bangku penumpang depan mobil ini meski diajak berlari cepat atau via jalan bulgarian road yang terdiri dari conblock bergelombang, sebagai penumpang aku tak merasa terlalu terkocok seperti memakai mobil crossover di kelasnya. Oh iya, seperti halnya Chevrolet Spin, Trax mempunyai konigurasi bangku low floor high seating yang membuat kaki kita lurus kebawah, tak memanjang ke depan, makanya di mobil ini kita tak akan terasa sempit.

Berdasarkan spesifikasi dari GM, mesin 1.400 cc Turbo ini bisa mengeluarkan tenaga hingga 140 PS dan torsi 200 Nm, secara spesifikasi, mesin ini mirip sekali dengan VW 1.4 TSi yang diterapkan pada Tiguan dan Golf, cuma saja torsi Trax lebih kecil. berdasarkan spesifikasi yang dikasih Chevrolet, mobil ini mempunyai akselerasi 0 ke 100 kilometer perjam cuma dalam 9.5 detik saja dan saat mencobanya secara langsung, aku bisa mengangguk sependapat dengan claim hal yang demikian sebab memang terasa responsif saat dibejek dari kondisi membisu.

Berhubung aku ingin mengexplore Trax lebih jauh, aku mencoba utuk mengasah kendaraan ini lebih cepat di track lurus dan putaran menikung. Saya yang aku rasakan di bangku kemudi, memang mobil ini body rollnya cukup minim untuk sebuah crossover, malahan terasa seperti sebuah hatchback. Sedangkan coba pindahkan ke mode manual dengan merubah ke posisi S, lalu memencet tombol plus minus di tuas transmisi automatic sebab belum tersedia paddle shifter. Disini aku menemukan keunikan pada transmisi mobil ini. Tetapi mobil ini mempunyai transmisi automatic 6 percepatan, tapi saat aku mencoba dalam mode manual dan menyentuh angka 160 kilometer perjam dengan mobil ini, posisi gigi transmisi masih ada di posisi gigi 4 dan jarum RPM digital nyaris menyentuh merah (apa telah ya?).

Soal transmisi, Trax dibekali dengan transmisi automatic 6 percepatan generasi ketiga, sebagai berita tambahan, Spin memakai transmisi yang sama tapi generasi kedua. Saya yang telah kami sebutkan pada ulasan Chevrolet Spin di video kami bahwa transmisi hal yang demikian cukup responsif, sehingga saat kami hendak menyusul tak perlu repot-repot menurunkan gigi, begitupula di transmisi generasi ketiga ini. Tetapi, masih ada tapinya nih, berdasarkan aku transmisi generasi ketiga ini terlalu halus, malahan di mode manual, transmisi ini tergolong makhluk halus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *